Laporan akhir internet dasar

LAPORAN AKHIR

PRAKTIKUM INTERNET DASAR

Nama/NPM : Arindasari / 11211157
Kelas : 1EA04
Tanggal Praktikum : 19 Juni 2012
Tutor :

LABORATORIUM INTERNET DASAR

UNIVERSITAS GUNADARMA
2012

Nilai

Asisten Pemeriksa :

Paraf Asisten Pemeriksa :

1. Pertanyaan : Jelaskan cara-cara membuat suatu blog!
Jawab : 1. Sebelum mendaftar di blogspot, ada hal penting yang harus kamu ketahui.                        Yaitu kamu harus mempunyai alamat email yang aktif. karena pada                        formulir pendaftaran blogspot nanti terdapat kolom email yang harus di                        isi. Jika tidak diisi, maka kamu tidak akan bisa membuat blog di blogspot.

2. Jika Kamu sudah membuat dan memiliki  email, Silahkan buka  alamat                       situs www.blogger.com, Selanjutnya, silahkan klik tombol orange yang                       bertuliskan Memulai, untuk mulai mendaftar membuat blog di blogspot.

3. Kemudian lengkapi formulir pendaftaran pembuatan blog di blogspot
Penjelasan mengenai pengisian formulir pendaftaran blogspot silahkan perhatikan di bawah ini
Pada kolom alamat email : masukan email kamu
ketik ulang alamat email : masukan lagi email yang sama seperti diatas
Masukan sebuah password : masukkan kata kunci (minimal 8 karakter, bisa huruf bisa angka)
ketikan ulang sandi : masukan lagi password yang telah kamu masukan sama dengan yang di atas
Nama tampilan : isi nama kamu atau nama alias kamu (ini akan tampil bersamaan dengan posting,artikel yang kamu buat nanti)
verifikasi : masukkan gambar kata yang terdapat di atas kolom.
jika sudah diisi semua lalu klik Tombol Panah orange (Lanjutkan)

4.  Setelah kamu klik tombol lanjutkan, nanti akan tampil halaman formulir untuk
melengkapi judul blog dan alamat blog kamu Isilah Kolom Judul Blog dan
Alamat blog sesuai dengan keinginanmu, jika alamat blog menggunakan 2 kata atau lebih gunakan tanda
( –). karena blogspot tidak bisa menggunakan spasi. Terkadang alamat blog yang kita tulis sudah pakai oleh orang lain,jika
sudah dipakai orang lain berati tidak bisa digunakan. Untuk mengetahui sudah
dipakai orang lain atau belum Klik saja tombol “cek ketersediaan” jika belum
dipakai orang lain, maka di bawahnya akan muncul tulisan warna hijau yang
bertuliskan Alamat blog ini tersedia jika sudah selesai menentukan judul dan alamat blog, silahkan klik tombol Lanjutkan

5. Setelah kamu klik tombol lanjutkan, nanti akan tampil halaman untuk
menentukan tema atau template blog kamu Untuk memilih template tinggal klik salah satu. kemudian  klik  tombol lanjutkan.
Setelah tombol Lanjutkan di atas diklik,  berarti blog kamu sudah jadi

Sumber : www.tutorial-seo-blogger.blogspot.com

 

2. Pertanyaan : Jelaskan cara-cara memodifikasi blog dengan ketentuan :
A. Membuat 5 link exchange/text link dalam blog dengan 5 blog teman.      B. Membuat Chatbox dihalaman Blog

Jawab : A. Membuat 5 link exchange/text link dalam blog dengan 5 blog teman.
Ada banyak cara membuat link, tergantung aplikasi web yang anda gunakan.                    Jika anda menggunakan blogger, kode yang digunakan adalah kode HTML.
Yang harus anda persiapkan adalah :
1.Kode HTML untuk membuat link.
2.Kata-kata yang ingin di jadikan link. Contoh : membuat blog
3.Alamat tujuan link apabila nanti di klik.
Contoh alamat link : http://www.krtutorplus.com/2007/04/bikin-blog.html
Kode HTML dasar untuk membuat link :
<a href=”alamat_link”>kata yang di jaikan link</a>
4. Ulangi langkah2 tersebut sebanyak yg di inginkan
sebagai contoh untuk membuat sebuah alamat link dengan alamat tujuan:
http://www.krtutorplus.com/2007/04/bikin-blog.html
Sedangkan kata yang ingin dijadikan link adalah : membuat blog                     Maka kode HTMl yang harus di buat adalah sebagai berikut :
<a href=”http://www.krtutorplus.com/2007/04/bikin-blog.html”>membuat blog</a&gt;

B. Membuat Chatbox di halaman blog.
1. Silahkan kunjungi  http://www.cbox.ws dilanjutkan klik ‘Sign Up’
2. Get Your own Cbox  – Pada aplikasi sign up silahkan isi lengkap :
Cbox name – Isi sesuai selera anda tanpa spasi,
Email address – Isi dengan alamat email anda,
Password – Buat password anda,
Confirm password – Masukkan ulang password anda,
Website – Isi dengan alamat web atau blog anda,
Language – Pilih bahasa aplikasi pada menu drop down,
Style – Anda bisa merubah tampilan aplikasi sesuai selera anda.
Setelah selesai diisi klik ‘Create my Cbox!’
3. Jika sukses ada ucapan  dalam bahasa inggris yang artinya mungkin
seperti ini :          “Cbox telah dibuat!
Cbox Anda tipstriks  berhasil dibuat.
Anda sekarang dapat log in ke panel kontrol Cbox untuk mendapatkan         kode Anda Log in  di bagian atas halaman ini.  Sebuah salinan rincian account Anda telah dikirim         melalui email ke tipstriks@ gmail.com Periksa email Anda, jika Anda tidak dapat menemukannya, periksa folder spam Anda”.     4. Silahkan cek inbox email anda kemudian klik link yang ditunjukan Cbox        admin yang akan menuju halamanCbox dan silahkan login masukkan        Cbox name dan password anda dan klik tanda panah di sampingnya.    5. Setelah login pada control panel Cbox anda silahkan copy dan paste di blog anda

kode html yang sudah disiapkan untuk anda. Selesai.    Cara menempatkan aplikasi Cbox di blogspot silahkan      login ke blogger > Dasbor/Dashboard > Rancangan/Lay Out > Tambah     Gadget/Add Gadget > Pilih Gadget HTML > Paste

Sumber : www.tanyajawabsemua.blogspot.com

Noun Clause

Noun clause is a clause that fuuction as a noun.
Because the fuction as a noun,noun clause can be used in different position such as :
1. Subject of Sentence.
2. Object of Transitive Verb
3. Object of Preposition
4. Complement
5. Noun in Apposition

1. Noun Clause as Subject of Sentence
example : 1. What you said doesn’t convince me at all.
2. What the salesman has said is untrue.

2. Noun Clause as Obejct of Transitive Verb.
Example :   1.  I know what you mean.
2.  I don’t understand
what he is talking about

3. Noun Clause as Object of Preposition
Example :  1.  Please listen to
what your teacher is saying
                        2. Be careful of what you’re doing.

4. Noun Clause as Complement
Example :  1. This is what I want.
2. The good news is that the culprit has been put into the jail.

5. Noun Clause as Noun in Apposition
Example :  1. The idea that people can live without oxygen is unreasonable.
2. The fact that Rudi always comes late doesn’t surprise me.


Conditional Sentences

Conditional Sentences are also known as Conditional Clauses or If Clauses. They are used to express that the action in the main clause (without if) can only take place if a certain condition (in the clause with if) is fulfilled. There are three types of Conditional Sentences.

Conditional Sentence Type 1

→ It is possible and also very likely that the condition will be fulfilled.

Form: if + Simple Present, will-Future

Example:       If i find her address, I’ll send her an invitation. (with verb)
If i sick,i will see a doctor (with adj)

Conditional Sentence Type 2

→ It is possible but very unlikely, that the condition will be fulfilled.

Form: if + Simple Past, Conditional I (= would + Infinitive)

Example:       If I kicked that ball, I would hit the window. (with Verb)
If i were healty,i would go with you. (with adj)

Conditional Sentence Type 3

→ It is impossible that the condition will be fulfilled because it refers to the past.

Form: if + Past Perfect, Conditional II (= would + have + Past Participle)

Example:       If I had said it to her, I would have brought her here. (with verb)
if i had been sleepy,i would have slept. (with adj)

Ilab M1

BAB 1

PENGENALAN PADA VBA EXCEL

 

Objektif :

– Mengetahui Dasar-dasar Makro

– Mengetahui Lingkungan Visual Basic Editor

– Mengetahui Jenis – jenis data, variable dan Array

– Mengetahui Operator pada Visual Basic Editor

– Dapat Membuat Range dan Worksheet

– Dapat Membuat Objek Message Box dan Input Box

Sejak pengembangan Excel 5.0, Microsoft memperkenalkan bahasa pemrograman

yang dinamakan Visual Basic for Aplication (VBA). VBA adalah bahasa pemrograman yang

intuitive menggunakan perancangan object – oriented. Memiliki persamaan yang besar

dengan Visual Basic (VB). Jika memakai VBA, kita akan memahami bagaimana Visual Basic berkerja. VBA sangat berbeda dengan bahasa Macro , dala setiap lembar kerja elektronik disediakan macro yang berfungsi untuk menjalankan perintah – perintah rutin yang sering diulang –ulang sedangkan VBA dipergunakan untuk mengontrol objek –objek yang terdapat didalamnya. Dengan VBA juga dapat mengontrol objek –objek aplikasi lainnya seperti Word,Power Point, Access.

Jadi Visual Basic for Aplication (VBA) adalah bahasa pemrograman yang cukup

populer dan mudah untuk dipelajari. Dengan Visual Basic for Aplication (VBA), kita dapat

mengembangkan prosedure kecil (macro) yang sering digunakan menjadi lebih mudah dan

membuat suatu latihan dalam waktu lebih singkat. Visual Basic for Aplication tidak hanya

terdapat pada Microsoft Excel saja, tetapi terdapat pula VBA untuk word, VBA untuk project, VBA untuk Access dan semuanya itu berbeda jauh satu sama lain. VBA juga merupakan program yang sangat canggih, dimana dapat mengembangkan macro sederhana (VBA Procedures) dengan singkat dan menarik .

1.1  Membuat Makro

Macro Adalah perintah yang berurutan yang dimana komputer akan mengerjakan

perintah yang dijalankan, dengan makro dapat memudahkan dan dan memanggil secara

otomatis perintah yang berulang.Umumnya ada dua cara untuk membuat macro yaitu

memasukkan perintah VBA atau membiarkan excel menuliskan macro. Dengan menggunakan Mouse atau keyboard tampilannya dapat berupa data masukkan, format cell dan mengeksekusi perintah dan excel mengikuti semua perintah serta menuliskan instruksi VBA kedalam modul. Ketika akan menjalankan macro sudah dibuat.

Pemberian nama pada makro:

_ Maksimum 46 huruf

_ Diawali dengan huruf namun dibelakang karakter pertama boleh menggunakan angka

_ Tidak boleh menggunakan spasi dan titik.

_ Karakter yang digunakan sebagai short key tidak boleh berupa angka atau karakter

khusus.

Pada kotak teks dalam kotak dialog record macro terdapat 3 buah pilihan diantaranya adalah :

_ This Workbook, akan menyimpan macro yang akan kita buat didalam

workbook yang aktif. Tetapi makro tersebut masih berfungsi apabila membuka

sebuah workbook baru didalam satu jendela Excel.

_ New Workbook, akan menciptakan sebuah lembar kerja baru dan menyimpan

macro yang akan kita buat didalam workbook yang baru. Macro ini pun masih

bekerja pada workbook yang kita buka sebelummnya.

_ Personal Macro Workbook, akan menyimpan macro yang akan kita buat

didalam workbook yang aktif dan berfungsi pada seluruh jendela Excel yang

buka. Dalam menggunakan pilihan ini penulis menyarankan supaya berhatihati,

karena apabila terjadi kesalahan akan berakibat serius.

Latihan1 : Kita akan membuat cell yang memiliki ketentuan sebagai berikut

Font : Arial, 14 Point,             Bold Border : Double line bellow

Number Format : two decimal places.

Langkah – Langkah merekam Macro :

1. Letakkan sel aktif pada salah satu sel yang akan diformat.

2. Gunakan menu Tools, Macro, Record New Record.

3. Maka akan muncul kotak dialog seperti pada gambar 1.1

Gambar 1.1 : Kotak Dialog Record Macro

 4. Isikan nama pada kotak Macro Name dengan nama FormatAsResult.

5. Pada Kotak Shortcut Key isikan huruf A kapital dengan menekan tombol Shift F.

6. Klik OK sehingga kotak dialog tertutup dan dilayar muncul Toolbar Stop Recording.

7. Lakukan langkah pemformatan dengan perintah Format, Style

8. Maka akan muncul kotak dialog seperti pada gambar 1.2 kemudian klik ADD dan OK

Gambar 1.2 : Definisi New Style

 

9. Dapat dilihat dalam modul yang terdapat pada VBA sintaksnya dengan menekan

tombol Alt + F11 yaitu:

Sub FormatAsResult()

‘ FormatAsResult Macro

‘ Macro recorded 1/30/2007 by LABSI

‘ Keyboard Shortcut: Ctrl+Shift+F

End Sub

10. Hasil Pada Excel dapat terlihat pada gambar 1.3

Gambar 1.3 : Kotak Dialog Hasil Makro pada Excel

 

Latihan2 :       Buatlah Judul kolom dengan ketentuan

Font: Times New Roman, Bold, Biru

Tab Aligment, Vertical Center, Horizontal Center, Wrap Text

Border dan Outline.

Langkah – Langkah merekam makro :

1. Letakkan sel aktif pada salah satu sel yang akan diformat.

2. Gunakan Tools, Macro, Record New Macro.

3. Pada saat itu akan muncul kotak dialog seperti gambar 1.4

Gambar 1.4: Kotak Dialog Record Macro Format_Judul

4. Isikan Macro Name dengan Format_Judul

5. Pada Kotak shortcut key isikan huruf A kapital.

6. Klik OK sehingga kotak dialog tertutup dan dilayar muncul Toolbar stop recording.

7. Lakukan langkah Format dengan Format, Style

8. Setelah selesai, klik tombol stop Recording.

Langkah – langkah menjalankan makro sebagai berikut :
1.      Bloklah sel- sel yang ingin diformat sebagai Judul Kolom.

Gambar 1.5 Judul – Judul Sebelum diformat

2.      Gunakan shortcut key Ctrl+Shift+A untuk mengaktifkan mkro.

3.      Hasilnya terlihat seperti pada gambar 1.6

Gambar 1.6 Judul – Judul setelah diformat

 

Menjalankan Makro tanpa Shortcut

1.      Gunakan menu Tools, Macro, Macros

2.   Pilih nama makro Format_Judul, maka akan muncul kotak dialog seperti pada gambar 1.7

3.   Pilih Run.

Gambar 1.7 Kotak Dialog Macro.

Latihan 3: Menghitung penjualan

1.      Ketikkanlah data yang terdapat pada gambar 1.8

Gambar 1.8 Contoh data pembayaran

2.      Klik menu Tools, Macro,Record New Record

3.   Tulis nama macro Hitung

4.   Pada kotak Shortcut Key isi dengan huruf A kapital.

5.   Apabila setelah selesai mengatur semua pada kotak dialog Record Macro, kemudian

klik tombol OK pada kotak dialog tersebut.

      6.   Setelah itu akan muncul kotak dialog stop recording.

Gambar 1.9 Kotak dialog stop recording

     7.    Ketik formula sebagai berikut : = C5+(C5*D5) pada sel E5

     8.    Tekan tombol Enter dan akhiri perkaman dengan cara mengklik tombol Stop pada

kotak dialog Stop Recording.

 

Langkah memformat sel :

1.      Pilihlah salah satu sel pada lembar kerja. Contohnya sel G7

2.   Aktifkan jendala Record Macro

3.   Pada jendela Record Macro isilah kotak teks Macro name dengan Format_Cell dan
shortcut key dengan huruf B, kemudian OK.
4.   Klik Format, Cells untuk menampilkan kotak dialog Format Cells.

5.   Paba tab Number pilihlah Currency unutk memformat nilai angka menjadi format mata uang.

6.      Selanjutnya tab Alignment, pada ComboBox Horizontal pilihlah Center.

7.   Aktifkan tab Font,pada Listbox Font pilihlag Font Times New Roman dan pada
Combobox Color pilihlah warna merah.
8.  Aktifkan tab patterns dan pilihlah warna kuning.
9.  Selanjutnya klik OK pada kotak dialog Format Cells dan hentikan proses perekaman
dengan cara mengklik tombol Stop pada kotak dialog stop Recording.
10.  Klik tombol Undo (atau Ctrl+Z) untuk membatalkan perubahan didalam worksheet.

Menjalankan macro Hitung:
1.      Pastikan berada pada sel E6, lakukan perintah Shortcut (Ctrl+Shift+A) pada area\tersebut.
2.      Kemudian lakukan perintah shortcut pada sel E7 sampai E14.

Menjalankan macro memformat sel :
1.      Seleksi sel E5 sampai E4, kemudian lakukan perintah shortcut (Ctrl+Shift+B) untuk
memformat sel yang terseleksi. Apabila hasilnya sama dengan gambar 1.10, maka
proses pembuatan macro yang kedua sukses.

Gambar 1.10 Hasil pemformatan menggunakan shortcut

 2.      Tidak Menggunakan Shortcut , masih menggunakan data tabel sebelumnya.
1)      Klik menu Tools, Macro, Macros ataupun dapat menggunakan shortcut Alt+F8
untuk menampilkan kotak dialog Macro.

Gambar 1.11 Data pembayaran.

             2)      Di dalam kotak dialog Macro terdapat dua perintah macro yang telah dibuat, pilihlah makro_Hitung.

Gambar 1.12 Menjalankan Macro_Hitung_Penjumlahan

             3)      Sebelum menjalankan dengan klik Run pastikan kembali bahwa sel yang pilih adalah sel G5.

             4)      Apabila sel yang dipilih sudah benar, klik tombol Run.

             5)  Ulangi langkah 1 sampai ke 4 sampai selutuh kolom Total terisi semua.

             6)  Kemudian jalankan Macro_Format_Cell dengan cara yang sama, hanya saja

pada kotak dialog

Gambar 1.13 Menjalankan Macro_Format_Cell

Mengedit Listing Macro

Macro yang kita buat tersimpan didalam sebuah modul, didalam modul tersebut kita

dapat memperbaiki semua langkah – langkah yang dilakukan sebelumnya, mungkin

dianggap salah atau tidak perlu, langkah- langkah pengeditan macro dibawah ini:

1.      Klik menu Tools, Macro, Macros atau menggunakan shortcut Alt+F8 untuk menampilkan kotak dialog macro.

2.      Didalam Kotak dialog Macro pilihlah Macro_Hitung_Penjumlahan , kemudian klik tombol Edit.

Gambar 1.14 Mengedit Macro_Hitung_Penjumlahan

3.      Setelah mengklik tombol Edit pada kotak dialog macro , maka secara otomatis Jendela
Microsoft Visual Basic akan tampil.

Gambar 1. 15 Jendela Visual Basic Editor.

 

1.2 VBE (Visual Basic Editor)

Jika kita telah terbiasa menggunakan Microsoft Excel, maka kita familiar dengan

tampilan Spreadsheet dan tidak begitu familiar dengan VBE. Prosedure VBA (macro) dapat

dikembangkan didalam Visual Basic Editor (VBE) menjadi bagian dari workbook dimana

VBA dikembangkan dan ketika workbook disimpan, semua komponen VBA(makro, modul,

Userform) disimpan pada waktu yang bersamaan. Visual Basic Editor (VBE) merupakan

aplikasi yang user Friendly.

Untuk menuliskan suatu modul VBA kita perlu membuka sebuah lembar VBA atau

Visual Basic Editor. Langkah – langkah nya:

  1. 1.      Bukalah jendela Microsoft Office 2003.
  2. 2.       Klik menu Tools, Macro, Visual Basic Editor atau dengan control shrotcut Alt+F11.

 

Gambar 1.16 Jendela VBE

 

  1. 3.      Dari VBE kita dapat pindah ke Excel dengan mengklik pada icon Excel yang terletak

diatas kiri

  1. 4.      Untuk dapat mengaktifkan kotak dialog Visual Basic dengan cara klik menu Tools,

Customize.

  1. 5.      Didalam Kotak Customize pastikan berada pada tab Toolbars aktifkan kotak cek

Visual Basic. Kemudian klik tombol Close.

Gambar 1.17 Mengaktifkan kotak dialog Visual Basic

  1. 6.      Setelah mengaktifkan kotak dialog Visual Basic. dapat mengklik tombol

didalam kotak dialog tersebut untuk berpindah ke jendel Visual Basic Editor secara

cepat.

Pada tampilan layar kita akan menjumpai susunan menu yang berbeda dari lembar kerja

Excel, karena menu toolbar yang tersedia ini bukan lagi untuk diaplikasikan pada lembar

kerja melainkan untuk fasilitas yang ada pada VBA itu sendiri. Komponen pada layar VBA

editor diantaranya terdiri atas :

Toolbar Utama

 

Menampilkan Lembar Kerja Excel

Menyisipkan User Form

Menyimpan File

Memotong Objek Terpilih

Menyalin Teks atau objek terpilih

Merekatkan Objek dari Clipboard ke lokasi Crusor

Mencari

Membatalkan perintah terakhir

Membatalkan pembatalan terakhir

Menjalankan sub/user form

Break (menghentikan program yang sedang dieksekusi)

Reset (kembali ke kondisi semula)

Design Mode

Project Explorer

Properties

Object Browser

Toolbox

Menampilkan bantuan untuk VBA

Project Explorer

Biasanya terletak dibagian kiri atas bidang layar, adalah sebuah window yang berisi

komponen – komponen dari suatu project.

Komponen tersebut dapat berupa:

– Sheet –sheet yang ada (beserta nama sheetnya)

– Microsoft Excel Objects

Gambar 1.18 Panel Project Explorer pada layar VBA editor

 

Jendela VBA project menunjukkan kepada semua workbook yang sedang terbuka.

Sedangkan pada saat bekerja, kita dapat menambahkan komponen berikut ini:

– Forms

– Modules

– Class Modules

Dengan cara menggunakan menu Insert

Gambar 1.19 menambahkan Modul atau Form

 

Properties Windows

Jendela properties akan menunjukkan properties dari elemen yang kita pilih pada jendela

VBA project. Properti ini dapat didefinisikan saat didesain atau kita dapat memodifikasi

properti setelah didefinisikan. Elemen – elemen yang terdapat pada properties windows

bergantung pada apa yang terpilih saat itu di jendela project.

Gambar 1.20 Jendela Properties dari Sheet 1 yang aktif

 

Properties yang ditampilkan dikelompokkan pada dua kategori, yang pertama sesuai

susunan alfabetis sedang yang lain dengan susuna sesuai kategorinya. Kita dapat

memodifikasi properties manapun dari elemen yang terdapat di dalam VBA project. Daftar

properties akan berbeda pada setiap jenis komponen yang pilih (This Workbook, worksheet,

modul , atau form).

 

Membuat VBE pertama dalam Microsoft Excel

Latihan1

Langkah memulai VBE :

  1. 1.      Aktifkan jendela Visual Absic Editor dengan perintah Tools, Macro, Visual Basic Editor

2.   Didalam jendela VBA project klik g pada sheet1. Jendela kode masih dalam keadaan

kosong, sebab belum membuat prosedur yang berhubungan dengan Sheet 1

3.   Tuliskan Kode program pada jendela kode seperti gambar 1.21

Gambar 1.21 kode program pertama pada VBE

 

  1. 4.      Setelah selesai menuliskan maka jalankan VBE dengan klik icon pada toolbar atau

dengan menekan tombol F5 pada keyboard.

  1. 5.      Maka secara otomatis menuju sheet 1 dan menampilkan mesage box.

Gambar 1.22 Mesage box

 

  1. 6.      Klik tombol OK yang terdapat pada mesage box, jendela VBE akan tampil kembali.
  2. 7.      Jika akan mulai kembali VBE maka buka jendela kosong.\

Latihan 2 : Buatlah makro VBE dan jalankan dengan perintah F8 dan t icon “?” serta t icon

“!”

Langkah – langkahnya :

  1. Buka jendela VBE, dan ketikkan langsung pada jendela VBE kode berikut ini

Gambar 1.23 Listing Program Icon

 

  1. Setelah selesai menuliskan kode program, tekan tombol F8 pada keyboard , maka secara

otomatis pada baris pertama akan berwarna kuning dan terdapat icon panah disebelah kiri

jendela.

Gambar 1.24 Menekan F8(1)

 

  1. Selanjutnya tekan tombol F8 kembali. Baris pesan yang pertama akan diseleksi dengan

warna kuning, tetapi Msgbox yang pertama belum dijalankan.

Gambar 1.25 Menekan F8(2)

  1. Tekan F8, baris kedua kan diseleksi. Selanjutnya perintah Msgbox yang pertama akan

dijalankan pada jendela Excel dengan menggunakan icon t tanya (?) pada kotak pesan.

Gambar 1.26 Kotak Pesan Macro_Kedua (1)

 

  1. Tekan F8 kembali, baris terakhir akan diselekasi dan menjalankan perintah Msgbox yang

kedua dengan menggunakan t seru.

Gambar 1.27 Kotak Pesan Macro_Kedua (2)

 

  1. Selanjutnya sebagai langkah terakhir tekan kembali tombol F8 pada keyboard.

Menjalankan Perintah macro dengan menggunakan tombol F8 bertujuan untuk

mengetahui setiap langkah perintah yang dibuat dan bisa juga untuk mengetahui letak suatu kesalahan sebuah perintah macro.

Objek Properties yang paling sering digunakan pada excel

Tabel 1.1 Object Properties

Nama

Property

Type dan   Artinya Terdapat pada

Object

ActiveCell Object: sel   yang aktif Application,   Window
ActiveChart Object: Grafik   yang aktif Application,

Window,   Workbook

ActiveSheet Object: lembar   kerja yang aktif Application,

Window,   Workbook

Count Integer:   jumlah koleksi dari Object Semua koleksi   obkect
Formula String: Rumus   yang berlaku pada suatu sel Range
Index Integer:   Jumlah object dalam koleksi Worksheet,

Dialogsheet.   Module

Name String: nama   suatu objek Application,

Workbook,   Others

Path String: disk   drivemaupun path alamat letak

suatu file/   object

Addln, Application,

Workbook

Saved Boolean:   pilihan True atau False (ya atau

tidak disave)

Workbook
Selection Object: obyek   yang terpilih saat ini Application,   Window
StatusBar String: pesan   yang tertulis pada status bar Application
ThisWorkBook Object: perintah   yang akan menimpa

workbook dalam   procedure ini

Application
Type Integer: suatu   angka yang menyatakan type

suatu object

Window,   WorkSheet,

Chart

Visible Boolean: Ya   atau tidak untuk menentukan

suatu objek   ditampilkan atau tidak

Range, dan   lainnya
Value Nilai   sebenarnya yang ditampilkan disel Range

 

1.3 Tipe Data, Variabel dan Array

Dalam VBA kita akan mempelajari variable dan constant, maka sebelum itu kita perlu

mengenal berbagai jenis tipe data didalam VBA.

Tipe Data

Suatu variable dapat memberikan tipe data yang dibatasi pada data yang akan digunakan.

Dimana akan membuat efesien pada listing kode. Jika tidak memakai tipe data maka semua

variable adalah varian.

Tabel 1.2 Jenis Data pada Excel

Tipe Data Ukuran Dalam   Byte Uraian
Array Sesuai dengan   tipe

dan jumlah   bilangan

yang terdapat   dalam

elemen array

Setiap elemen   range array sama dengan tipe dasar.

Jumlah Elemen   dalam Array tidak terbatas

Boolean 2 Byte(16   Bits) Berisi logika   True dan False.
Currency 8 Byte(64 Bits) Bilangan   dengan nilai antara –

922,337,203,685,477,5808   hingga

Date 8 Byte(64   Bits) Menyimpan   kombinasi informasi tanggal dan waktu.

Tanggal antara   1 Januari 0100 hingga 31 Desember

9999. Waktu   antara 00:00:00 hingga 23:59:59

Double 8 Byte(64   Bits) Bilangan   negatif antara: -1.7976931348623 x 10-324

hingga   -4.940656458623 x 10308

Bilangan   positif antara:

4.940656458623   x 10-324   hingga

1.7976931348623   x 10308

Integer 2 Byte (16   bits) Semua bilangan   antara -32.768 hingga 32.767
Long 4 Byte(32   bits) Semua bilangan   antara -2.147.483.648 hingga 2.147.483.647
Object 4 Byte(32   bits) Digunakan untuk   mengakses objek apa saja yang diperlukan oleh VBA
Single 4 Byte(32   bits) Bilangan   negatif antara -3.402823 x 1038 hingga –   1.401298 x 10-45   Bilangan   positif antara 1.401298 x 10-45 Hingga   3.402823 x 1038
String 1 Byte tiap   karakter Untuk   menyimpan teks.
Variant 16 Byte   ditambah 1

byte setiap   karakter

Tipe Variant   ini menyimpan tipe data apa saja.

Variant

Variant dapat mengambil seluruh data, baik itu berupa text, angka, tanggal atau semua

informasi. Bahkan dapat mengambil array. Suatu varian variable dapat berubah dengan bebas

pada saat dijalankan, Kita juga dapat menggunakan fungsi VarType untuk mengetahui jenis

tipe data dengan variant:

Latihan 1: Ketikkan kode berikut ini

Gambar 1.28 contoh Variant

 

Setelah Program dijalankan maka Message Box yang pertama tampil adalah 8, menunjukkan

string. Kemudian akan muncul 2 yang menunjukkan integer

Tabel 1.3 VarType

ReturnValue Type
0 Empty
1 Null
2 Integer
3 Long
4 Single
5 Double
6 Currency
7 Date/Time
8 String

VBA selalu menggunakan variant yang efisien untuk pengambilan data. Seperti latihan 1

dimana secara otomatis data store berubah menunjukkan data selanjutnya..

Latihan 2: Buka WorkSheet baru dan ketikan kode program berikut ini

Gambar 1.29 Kode program kedua

 

 

 

 

 

Apakah Hasil dari program tersebut? Jelaskan kenapa!

Date/ Times

Variable variant juga terdiri dari date/times. Merupakan angka Floating point- yang berupa

integer menampilkan tanggal mulai dari 31 desember 1899 dan untuk desimal menampilkan

jam, menit dan detik dalam 24 jam. Contoh : 37786.75 menunjukkan 14-Juni-2003 pukul

18:00.

Empty Value

Suatu variant yang tidak memiliki variable bernilai Kosong. Ini dapat diuji dengan

menggunakan fungsi IsEmpty.

MsgBox IsEmpty(temp)

Null Value

Variant dapat terdiri dari Null. Nilai Null digunakan untuk mengindentifikasi data yang tidak

dikenal atau data hilang. Variable tidak benilai null, jadi jika tidak menggunakan Null pada

aplikasi, maka kita tidak perlu khawatir dengan nilai Null. Null itu bukan berarti 0. untuk

memudahkan pemakain Null maka pada kode program gunakan perintah IsNull. Untuk

metode yang lain, statement Is Null, mungkin tidak memberikan hasil yang tepat.

Latihan 3: Buka Lembar kerja VBE yang baru, kemudian ketikkan Kode program berikut

Sub TestNull()

temp=Null

Msgbox IsNull(temp)

End Sub

Apa Hasil dari Progam Berikut? (Hasil True)

Tipe Data VBA

Ada beberapa jumlah tipe data yang dapat digunakan dalam VBA

Tabel 1.4 Tipe data (Variabel) pada VBA

Nama

Keterangan

Type-Declaration

Character

Range

Integer 2-byte integer % –32,768 sampai   32,767
Long 4-byte integer & –2,147,483,648   sampai

2,147,438,647

Single 4-byte   floating point

number

! –3.402823E38   sampai

1.401298E-45   (negative values)

1.401298E-45   sampai

3.402823E38   (positive values)

Double 8-byte   floating point

number

# –1.79769313486232D308   sampai

–4.94065645841247D-324

(negative   values)

4.94065645841247D-324   sampai

1.79769313486232D308(positive   values)

Currency 8-byte number   with

fixed decimal   point

@ –922337203685477.5808   to

922337203685477.5807

Fixed Length String String of   characters—

fixed length

$ 0 to   approximately 65,500

characters

Variable

Length

String

String of   characters—

variable   length

$ 0 to   approximately 2 billion

characters

Variant Date/Time,   floating

point number   or string

None Date Values:   January 1, 0000 to

December 31,   9999; numeric

values: same   range as double;

string values:   same range as

string

Tipe Numerics

Jika kita akan memakai angka, dan mendekalrasikan variable dengan integer atau long

tergantung dari kapasitas. Operator matematika memilki memori yang cepat tergantung dari

panjang ukuran tipe.

Jika kita menggunakan angka maka kita pakai Single, Double tau Currency. Currency

(Decimal Point) dengan kapasitas 4 digit untuk desimal point kanan dan 15 digit untuk

desimal point kiri. Floating Point(single atau Double) memiliki kapasitas yang besar

Tipe String

Jika Variable terdiri dari text, maka kita mendeklarasikan dengan String:

Dim temp as String

Variabel

Variabel adalah sebuah nama yang diberikan pada suatu area dalam memory komputer untuk

menyimpan data yang akan diproses dalam suatu operasi.

Nama Variabel harus didefinisikan terlebih dahulu sebelum dapat digunakan. Masing –

masing variabel mempunyai jenis spesifikasi yang membedakan berapa banyak memori yang

digunakan dalam mengoperasikan suatu data variabel.

Bentuk umum: Dim nama_variabe [AsType]

Cara penamaan variabel:

_ Variabel harus diawali dengan Letter (Alfabhet)

_ Setelah Letter pertama, dapat terdiri atas kombinasiapa saja dari letter, bilangan, dan t

baca garis bawah( _ )

_ Nama variabel tdak boleh diawali dengan angka

_ Idak boleh mengandung karakter – karakter khusus, seperti *,-,+,#,@ spasi dan

sebagainya.

_ Nama Variabel tidal boleh melebihi 255 karakter.

_ Nama variabel harus unik (tidak kembar) dalam suatu scope dimana tidak

didefinisikan

_ Nama variabel tidak boleh sama dengan perintah – perintah VBA misalnya Dim

AsType : Bersifat opsional yang mendefinisikan tipe data pada variabel yang dideklarasikan

Contoh : Dim MyInteger as Integer

Variabel dapat dideklarasikan menjadi tiga macam :

a. Variabel Local

Variabel Local menggunakan Dim, Static atau ReDim(digunakan untuk array) digunakan untuk mendeklarasikan variabel dalam prosedur. Beberapa prosedure menggunakan temp,sebab variabel lokal dalam program berdiri sendiri. Statement Dim digunakan selama

prosedure itu dijalankan. Statement Static digunakan selama aplikasi itu dipakai.

Contoh : Dim TempVal

Static TempVal

Penggunaan ReDim harus didefinisikan dengan Array. Dim A(3) membuat arrray

sederhana dengan 4 elemen(0-3). ReDim A(10) berarti membuat 11 elemen array.

ReDim juga digunakan untuk untuk menampung elemen array.

b. Variabel Modul

Variabel Modul mendeklarasikan modul yang umum. Dipakai untuk semua prosedur yang

memakai modul

c. Variabel Global

Latihan 1: Buka VBE dan ketikkan kode program berikut :

Gambar 1.30 Listing Program Variabel

 

Apa hasil dari program setelah dijalankan?

Array

Mendeklarasikan sebuah array sama halnya dengan kita mendeklarasikan sebuah variabel

reguler. Kita juga dapat menetapkan tipe array tersebut dan menetapkan nilai array didalam t

kurung yang mengikuti nama array. Didalam VBA ada dua kategoridari Array :

_ Fixed-size Array , Ukuran Array selalu ditetapkan

Array dapat ditampilkan lebih dari satu dimensi

– Array satu dimensi

Latihan 1: Bukalah jendela VBA dan ketikkan kode program berikut ini:

Gambar 1.31 Pemakaian array

Jalankan kode program berikut. Apa hasil dari program berikut?

– Array Multi dimensi

– Mengetahui ukuran suatu Array

Ubound berfungsi untuk menemukan batas tertinggi dari suatu dimensi array.

Sedangkan Lbound berfungsi untuk menentuka batas yang lebih rendah dari suatu

dimensi array.

_ Array Dinamis- ukuran array dapat ditentukan / diubah pada saat dijalankan.

1.4 Operator

Operator menampilkan fungsi matematik, fungsi perbandingan atau logika antara dua

angka atau numerik yang terdapat pada program. Contoh sederhana operator adalah

plus (+) atau minus (-). Operator membatasi perhitungan. Terdapat macam – macam

kategori operator seperti tabel dibawah ini :

Tabel 1.5 Opertor dalam VBA

Arithmetic

Comparison

Logical

Exponentiation   (^) Equality (=) Not
Negation (–) Inequality   (< >) And
Multiplication   and division (*, /) Less than   (<) Or
Integer   division (\) Greater than   (>) Xor
Modulo   arithmetic (Mod) Less than or   equal to (<=) Eqv
Addition and subtraction   (+, –) Greater than   or equal to (>=) Imp
String   concatenation (&) Like / Is

Operator matematik

Operator matematik yang dgunakan yaitu plus (+), minus (), multiply (*), dan divide (/).

  • · Operator (*)

Operator ini akan mengalikan 2 angka

MsgBox 6 * 3

Hasilnya adalah 18

Angka yang dikalikan dapat berupa numerik dan hasil dari perkalian dapat berupa integer,

long, single, double, currency. Jika Operand bernilai Null maka hasilnya akan null

  • · Operator (+)

Operator ini akan menjumlahkan 2 angka atau ekpresi bersamaan

MsgBox 4 + 2

Maka hasilnya adalah 6

Operator ini dapat menjumlahkan angka atau menggabungkan string. Angka yang

dikalikan dapat berupa numerik dan hasil dari perkalian dapat berupa integer, long, single,

double, currency. Jika Operand bernilai Null maka hasilnya akan null.

Aturan dalam menjumlahkan dan menggabungkan:

– Dua operand berupa numerik.

– Untuk penggabungan kedua oerand berupa string.

– Penjumlahan dapat juga jika salah satu operand numerik dan yang lainnya

adalah variant (not null).

– Penggabungan jika salah satu operand berupa string dan yang lainnya

varian(not null).

  • · Operator ( -)

Mengurangkan satu angka dengan angka yang lain atau menunjukkan nilai negative.

Contoh dibawah ini akan menghasilkan nilai 2:

MsgBox 6-4

Angka yang dikurangkan dapat berupa numerik dan hasil dari perkalian dapat berupa

integer, long, single, double, currency. Jika Operand bernilai Null maka hasilnya akan null

  • · Operator ( / )

Membagi dua angka dan memberikan hasil dalam bentuk Floating point. Angka dapat

berupa numerik dan hasil dari perkalian dapat berupa integer, long, single, double,

currency. Jika Operand bernilai Null maka hasilnya akan null.

  • · Operator ( \ )

Membagi dua angka dan memberikan hasil dalam bentuk integer. Angka yang dipakai

berupa numerik. Hasil dari tipe data adalah integer atau long. Jika salah satu operand Null

maka hasilnya akan Null.

  • · Operator (^)

Akan memangkatkan angka. Operand dapat berupa ekspresi numeric, Operand dapat

berupa negative jika nilai eksponen berupa integer.

  • · Operator Mod

Merupakan hasil akhir atau sisa pembagian.

Operator pembanding

Operator pembanding membandingkan dua ekspresi.

MsgBox 3 >1

Hasilnya adalah True sebab 3 lebih besar dari 1

Operator pembanding memberikan hasil berupa Boolean yaitu True atau False juga kan

bernilai Null jika operand mengandung nilai null.

Tabel 1.6 Operator Pembanding

Operator Meaning
< Less than
<= Less than or   equal to
Greater than
>= Greater than   or equal to
= Equal to
<   > Not Equal to

 

Operator Concatenation (pengabungan)

Menggabungkan dua operand

MsgBox “Richard ” & “Shepherd”

Memberikan hasil “Richard Shepherd.”

Dapat juga menggabungkan angka dengan string, tetapi hasil yang akan keluar adalah string.

Hasil dibawah ini akan memberikan hasil “12 Twelve”:

Msgbox 12 & ” Twelve”

Hasil untuk program dibawah ini adalah 34, berupa string bukan angka

Msgbox 3 & 4

Operator Logika

Operator logika terdiri dari:

Operator And

Hasil dari operator ini akan bernilai benar jika nilai keduanya bernilai benar

Operator Not

Operator Not menempilkan logica Not untuk ekspresi angka. Jika nilai bit 1 dibandingkan

dengan 0 maka hasilnya adalah 1 begitu juga sebaliknya.

MsgBox Not (2 = 3)

Hasil dari program sekarang adalah True sebab 2 tidak sama dengan 3.

Operator Or

Akan bernilai Benar jika salah satu atau keduanya bernilai salah.

Operator Xor

 

 

 

 

1.5 Range dan Worksheet

Range

Range adalah properti yang paling penting dalam object range. Perintah Range sering sekali digunakan baik itu sebagai fungsi untuk menyeleksi, berpindah antara satu sel dengan sel

yang lain atau fungsi yang lainnya. Agar lebih mudah dipahami bagaimana kegunaan dari

properti Range lakukan latihan berikut:

Latihan 1:

1. Bukalah sebuah buku kerja baru, kemudian buatlah sebuah modul baru pada lembar

Visual basic sebagai berikut:

Sub testrange()

Range(“A1”, “D3”).Select

Range(ActiveCell, “G2”).Select

Range(“B2:C4”).Select

Range(“B3:G5”).Name = “RangeSatu”

Range(“RangeSatu”).Select

Range(“B2”).Select

ActiveCell.Range(“B2”).Select

Range(“RangeSatu”).Range(“A1”).Select

End Sub

2. Letakkan crusor pada prosedure tersebu. Tekan tombol F8 tiga kali untuk menjalankan

perintah baris

Range(“A1”, “D3”).Select

3. Aktifkan lembar kerja Excel dengan mengklik icon View Microsoft Excel, sel yang

saat ini terpilih adalah range “A1 hingga D3”. Sel yang aktif adalah “A1” sebagai

batas pojok kiri atas dari range

4. Tekan F8 lagi untuk menjalankan baris . Oleh karena saat ini sel aktifnya masih “A1”,

maka sel tersebut tetap sebagai batas range kiri atas, sedang batas kanan bawahnya

adalah “G2”

Range(ActiveCell, “G2”).Select

5. Tekan F8 kembali untuk menjalankan perintah baris berikut:

Perintah pada baris ini pada prinsipnya sama, hanya cara penulisannya saja yang

berbeda.

Range (“C1:A5”).select

6. Tekan F8 dua kali untuk menjalankan baris

Range(“B3:G5”).Name = “RangeSatu”

Range(“RangeSatu”).Select

Maksud dari baris pertama adalah memberi nama range “B3” sampai “G5” dengan

“RangeSatu”. Sedangkan perintah baris yang kedua unutk mengaktifkan “RangeSatu”

tersebut.

7. Tekan F8 kembali untuk menjalankan baris:

Range(“B2”).Select

Yaitu perintah untuk memilih sel B2

8. Tekan F8 untuk menjalankan baris:

ActiveCell.Range(“B2”).Select

Range yang dipilih adalah sel “C3”. Sel “C3” adalah kolom kedua dan baris kedua

dari ActiveCell.

9. Tekan F8 untuk menjalankan baris

Range(“RangeSatu”).Range(“A1”).Select

“RangeSatu” memiliki area “B3” sampai “G5. Jadi range “A1” dari “RangeSatu”

adalah “B3”.

10. Tekan F8 sekali lagi untuk menghentikan makro

WorkSheet

Setiap buku kerja (sheet) adalah worksheet object, sedangkan worksheet object adalah bagian

dari worksheet – worksheet yang ada dalam sebuah workbook. Untuk menunjukkan pada

suatu worksheet tertentu, kita dapat menggunakan method worksheet.

Bentuk Penulisan:

Object.Worksheet (index)

Object adalah sebutan pada objek workbook yang mengandung worksheet yang dimaksud.

Index dapat berupa nomer worksheet yang ingin ditunjukkan angka 1 akan dianggap sebagai

worksheet pertama, 2 dianggap worksheet kedua, demikian seterusnya.

Worksheet nama dari worksheet yang dimaksud. Nama ini adalah nama yang tertera pada tab

Worksheet

1.6 Message Box dan Input Box

MessageBox dan InputBox adalah perintah untuk menampilkan sebuah kotak pesan

dan kotak input pada VBA. Kadang – kadang perintah MessageBox dan InputBox diperlukan

untuk mengambil sebuah informasi atau menampilkan informasi kepada pemakai.

Syntax dalam penulisan perintah MessageBox :

MsgBox(pesan[, tombol atau icon][, judul kotak pesan])

 

Syntax dalam penulisan perintah InputBox:

InputBox(pesan[, judul kotak pesan][,default])

 

Dalam penulisan perintah MessageBox kita dapat menambahkan icon atau tombol

pada kotak pesan yang dibuat.

Constant

Nilai

Fungsi

vbOkOnly

0

Menampilkan   tombol OK saja
vbOkCancel

1

Menampilkan   tombol OK dan Cancel
vbAbortRetryIgnore

2

Menampilkan   tombol Abort, Retry, dan Ignore
vbYesNoCancel

3

Menampilkan   tombol Yes, No, Cancel
vbYesNo

4

Menampilkan   tombol Yes dan No
vbRetryCancel

5

Menampilkan   tombol Retry dan Cancel
vbCritical

16

Menampilkan   icon Pesan Kritis
vbQuestion

32

Menampilkan   icon Peringatan Query
vbExclamation

48

Menampilkan   icon Pesan
vbInformation

64

Menampilkan   icon pesan Infromasi
vbMsgBoxRight

524288

Memindahkan   posisi teks judul pesan
vbMsgBoxRtlReading

1048576

Memutar posisi   teks judul dan tombol silang pada

kotak pesan

Membuat Perintah MessageBox

Latihan: Kerjakan kode program dibawah ini untuk setiap program akan berbeda sesuai

dengan nama variabel.

Private Sub Workbook_Open()

Msgbox “Hello”

End Sub

Sub MyMessage()

MsgBox “This macro is created by Vina”

MsgBox “The icon is different”, vbInformation

MsgBox “The top title is different”, vbExclamation, “Vina

Tip’s”

End Sub

Sub MessageBox1()

MsgBox “Kotak pesan pertama!”

End sub

Sub MessageBox2()

Dim strMessage As String

strMessage = “Kalau pesan yang gunakan terlalu panjang”

& vbCrLf & “gunakan jenis kotak pesan ini!”

MsgBox strMessage

End sub

Sub MessageBox3()

Dim strAnswer As VbMsgBoxResult

strAnswer = MsgBox(“Apakah akan mewarnai kolom yang

aktif?”,_

vbQuestion + vbYesNo, “Kotak pesan dengan tombol

Yes/No!”)

if strAnswer = vbYes then

selection.interior.colorindex = 3

end if

end sub

Sub TwoLines()

MsgBox “Line 1” & vbCrLf & “Line 2”

End Sub

Membuat Perintah InputBox

Latihan: Kerjakan kode program dibawah ini untuk setiap program akan berbeda sesuai

dengan nama variabel.

Sub GetInput()

Dim MyInput

MyInput = InputBox(“Enter your name”)

MsgBox (“Hello “) & MyInput

End Sub

Sub InsertRow()

Dim Rng

Rng = InputBox(“Enter number of rows required.”)

Range(ActiveCell.Offset(0, 0), ActiveCell.Offset(Rng – 1,

0)).Select

Selection.EntireRow.Insert

End Sub

Sub InputBox()
Dim strResponse As String
strResponse = InputBox(“Silahkan masukkan nama !”,_”Nama
”)

If strResponse = “” then

MsgBox “ harus memasukkan nama !”

Exit sub

End if

Range(“A1”).value = strRespose

Jalankan Kode Program diatas satu persatu dan Tampilkan Hasilnya.

Adverbial Clause

Definition:

A dependent clause used as an adverb within a sentence to indicate time, place, condition, contrast, concession, reason, purpose, or result. Also known as adverbial clause.

An adverb clause begins with a subordinating conjunction (such as if, when, because, or although) and includes a subject and a predicate.

The name “adverbial” suggests that adverbial clauses modify verbs; but they modify whole clauses, as shown by the examples [below]. Their other key property is that they are adjuncts, since they are typically optional constituents in sentences. They are traditionally classified according to their meaning, for example adverbial clauses of reason, time, concession, manner or condition, as illustrated below.

kind of clause common conjunctions function example
time clauses when, before, after, since, while, as, as long as, until,till, etc. (conjunctions that answer the question “when?”); hardly, scarcely, no sooner, etc. These clauses are used to say when something happens by referring to a period of time or to another event. -Shut the door before you go out.
-You may begin when(ever) you are ready.
-While he was walking home, he saw an accident.
conditional clauses if, unless, lest These clauses are used to talk about a possible or counterfactual situation and its consequences. -If I see him, I will invite him to the party tomorrow.
-She would forgive her husband everything, if only he would come back to her.
purpose clauses in order to, so that, in order that These clauses are used to indicate the purpose of an action. -They went to the movie early (in order) to find the best seats.
-She bought a book so (that) she could learn English
-He is saving his money so that he may take a long vacation.
reason clauses because, since, as, given These clauses are used to indicate the reason for something. -I couldn’t feel anger against him because I liked him too much.
result clauses so…that These clauses are used to indicate the result of something. -My suitcase had become so damaged on the journey home that the lid would not stay closed.
concessive clauses although, though, while These clauses are used to make two statements, one of which contrasts with the other or makes it seem surprising. -As the time you were sleeping, we were working hard.
-Mary wanted to stop, whereas I wanted to go on.
-Although it is late, we’ll stay a little longer.
place clauses where, wherever, anywhere, everywhere, etc. (conjunctions that answer the question “where?”) These clauses are used to talk about the location or position of something. -They sat down wherever they could find empty seats
-The guard stood where he was positioned.
-Where there is a will, there is a way.
clauses of manner as, like, the way These clauses are used to talk about someone’s behaviour or the way something is done. -He did as I told him.
-You may finish it how you like.

The difference between advrebial clause and adverbial phrase is adverbial clause can stand independently if seperated but adverbial phrase can not. for example:

1. I saw Joe when i went to store. ( adverbial Clause)
2. He paly football to win. ( Adverbial Phrase )

Reference

mengatasi limbah plastik

I. PENDAHULUAN

Seiring dengan berkembangnya jaman terutama di negara kita Indonesia, tidak terpungkiri lagi masalah penggunaan plastic yang berlebihan. Hal ini yang menyebabkan masalah yang sedang dihadapin negara kita saat ini. Walaupun saat ini penggunaan plastic sudah di batasi namun prakteknya di Indonesia pengguaan plastic kian marak. Kita lihat saja berapa banyak plastic yang kita pakai dalam sebulan?  berdasarkan penelitian saya tentang sampah plastic, kira – kira satu kepala keluarga menggunakan sampah plastic minimal 1 kantong plastic besar. Bayangkan saja apabila sampah plastic ini terus bertambah dari tahun ke tahun. Berapa banyak sampah plastic yang harus di daur ulang? Memang mudah untuk mendaur ulang sampah plastic tapi bagaimana dengan dampaknya? Dampak tidak hanya merugikan bagi lingkungan tetapi juga merugikan diri kita sendiri.

Jadi bagaiman cara meminimalkan dampak dari sampah plastic ini? Atau bagaiman cara kita mencegah penggunaan sampah plastic ini? Saya akan mencoba membahasnya dalam tulisan ini.

II. LATAR BELAKANG

Nama plastik mewakili ribuan bahan yang berbeda sifat fisis, mekanis, dan kimia. Secara garis besar plastik dapat digolongkan menjadi dua golongan besar, yakni plastik yang bersifat thermoplastic dan yang bersifat thermoset. Thermoplastic dapat dibentuk kembali dengan mudah dan diproses menjadi bentuk lain, sedangkan jenis thermoset bila telah mengeras tidak dapat dilunakkan kembali. Plastik yang paling umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah dalam bentuk thermoplastic.

Data BPS tahun 1999 menunjukkan bahwa volume perdagangan plastik impor Indonesia, terutama polipropilena (PP) pada tahun 1995 sebesar 136.122,7 ton sedangkan pada tahun 1999 sebesar 182.523,6 ton, sehingga dalam kurun waktu tersebut terjadi peningkatan sebesar 34,15%. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat pada tahun-tahun selanjutnya. Sebagai konsekuensinya, peningkatan limbah plastikpun tidak terelakkan. Menurut Hartono (1998) komposisi sampah atau limbah plastik yang dibuang oleh setiap rumah tangga adalah 9,3% dari total sampah rumah tangga. Di Jabotabek rata-rata setiap pabrik menghasilkan satu ton limbah plastik setiap minggunya. Jumlah tersebut akan terus bertambah, disebabkan sifat-sifat yang dimiliki plastik, antara lain tidak dapat membusuk, tidak terurai secara alami, tidak dapat menyerap air, maupun tidak dapat berkarat, dan pada akhirnya akhirnya menjadi masalah bagi lingkungan. (YBP, 1986).

III. PEMECAHAN MASALAH

Berdasarkan sumber yang saya dapat, saya menemukan berbagai cara untuk mengatasi masalah limbah plastic ini. Ternyata di negara kita ini, limbah plastic telah di manfaatkan untuk di daur ulang kembali. Di dalam kehidupan sehari-hari, khususnya kita yang berada di Indonesia,penggunaan bahan plastik bisa kita temukan di hampir seluruh aktivitas hidup kita. Padahal apabila kita sadar, kita mampu berbuat lebih untuk hal ini yaitu dengan menggunakan kembali (reuse) kantung plastik yang disimpan di rumah. Dengan demikian secara tidak langsung kita telah mengurangi limbah plastik yang dapat terbuang percuma setelah digunakan (reduce). Atau bahkan lebih bagus lagi jika kita dapat mendaur ulang plastik menjadi sesuatu yang lebih berguna (recycle). Bayangkan saja jika kita berbelanja makanan di warung tiga kali sehari berarti dalam satu bulan satu orang dapat menggunakan 90 kantung plastik yang seringkali dibuang begitu saja. Jika setengah penduduk Indonesia melakukan hal itu maka akan terkumpul 90×125 juta=11250 juta kantung plastik yang mencemari lingkungan. Berbeda jika kondisi berjalan sebaliknya yaitu dengan penghematan kita dapat menekan hingga nyaris 90% dari total sampah yang terbuang percuma.

Dalam pemprosesan atau daur ulang sampah plastik ada dua jenis :
1. Langsung dimanfaatkan menjadi barang punya fungsi lain
Contoh, botol plastik dibuat tempat sabun cair, pencuci lantai dsb, jadi kita hanya membeli isi ulangnya saja. Atau kita bisa menggunakan kembali katung plastic belanjaan kita.
2. Memprosesnya menjadi bentuk lain,
ini yang agak rumit karena prosesnya panjang. Secara garis besarnya saja, plastik harus dipisahkan berdasarkan jenisnya, PET (seperti botol air mineral) tidak dicampur dengan PP (gelas air mineral) dan sebagainya. Untuk memudahkan pengenalan langsung biasanya ditanya saja pada pengumpul sampah plastik dia jual jenis apa. Lalu plastik yang sudah disortir dibersihkan dengan air dan sabun supaya tidak ada kotoran seperti pasir, lumpur dsb, lalu dikeringkan dengan cara dijemur, kemudian harus dihancurkan dengan mesin giling khusus plastik, dari disini akan dihasilkan serpihan plastik yang namanya “flakes” makanya dikenal dengan istilah PET bottle flakes (seperti cereal).Dari flakes itu lalu dicuci sama cairan kimia, atau yang paling bagus pakai mesin cuci yang pakai air panas. Flakes itu merupakan bahan baku biji plastik atau pelet plastik, kemudian panaskan sampai mencair lalu dicetak seperti lidi panjang an dipotong kecil-kecil sesuai dengan permintaan, yang paling bagus tidak perlu dipotong karena bentuknya seperti pupuk urea/ bulat-bulat.

Tapi biasanya kalau daur ulang adalah pelet yang hasil potongan. Saat membuat adonan plastik biasanya diberi polymer (unsur kimia yang dapat merekatkan, melenturkan plastik agar tidak mudah patah atau pecah saat nanti dibentuk), kemudian diberi warna sesuai dengan permintaan, bisa hitam, hijau atau merah dsb. Untuk proses akhir biasanya bentuk pelet tadi dimasukkan kedalam mensin yang namanya “moulding”, pelet tersebut dilelehkan lagi dan dibentuk sesuai dengan keinginan, bisa jadi ember, jerigen, gayung, tas plastik dan banyak lagi.

Selain mendaur ulang sampah plastic, seorang ilmuan Jepang menemukan suatu metode baru untuk mengatasi limbah plastic yaitu dengan mengubah sampah plastic menjadi minyak mentah skala rumahan. Teknologi ini baru di kembangkan di negara Jepang dan saya berharap negara kita bisa mencontohnya. Mesin ini bekerja dengan cara sederhana. Sampah plastik dipanaskan dan kemudian uap yang dihasilkannya ditangkap di dalam suatu tempat dengan sistem pipa-pipa dan air. Kemudian proses kondensasi akan mengubah uap plastik menjadi minyak mentah. Jika diinginkan, maka minyak mentah tersebut bisa diubah menjadi bensin, tetapi tentunya dengan penambahan mesin baru untuk penyulingannya. Mesin yang digunakan untuk mengubah sampah plastik menjadi bahan pembentuknya semula, minyak mentah. Sebanyak 0,9 kilogram plastik bisa diubah menjadi 1 liter minyak.

Energi listrik yang dibutuhkan hanya sebesar 1 kiloWatt jam untuk proses tersebut. Metode untuk mengubah plastik menjadi minyak kembali bukanlah hal baru. Salah satunya adalah sebuah pembangkit listrik yang berada tidak jauh dari Washington, D.C, Amerika Serikat. Bedanya, perusahaan di Washington itu membuat mesin dengan fungsi yang sama tetapi untuk skala komunal. Meski teknologi baru tersebut menarik untuk mengatasi permasalah sampah di rumah tinggal, tetapi harganya yang oleh Blest Corporation dipatok cukup mahal –sekitar 10.000 US dolar atau Rp. 94,5 juta– kemungkinan akan menjadi pertimbangan calon pembeli jika digunakan untuk rumah tinggal. Mesin tersebut lebih tepat sebagai mesin pengubah sampah plastik yang sudah ada, dan semoga bukan seolah memberi lampu hijau bagi produsen plastik untuk memperbanyak produksi plastik baru.

mungkin kita bisa mengkombinasikan sampah – sampah plastik ini dengan berbagai cara yang saya sudah paparkan di atas. mungkin teknologi yang di temukan oleh ilmuwan Jepang ini bisa kita contoh. seingat saya teknologi tersebut dapat kita buat sendiri seperti mesin filtrasi suatu obat yang di laboraturium hanya saja kita kembangkan kembali menjadi lebih besar. selain itu sampah – sampah plastik yang masih bisa dipakai, dapat kita manfaatkan kembali menjadi barang yang bernilai jual tinggi. sehingga masalah yang di hadapi oleh negara kita saat ini bisa terselesaikan.

IV. Kesimpulan dan Saran

Jadi menurut saya, seiring dengan berkembangnya jaman, kita bisa mengatasi masalah limbah plastic ini apabila masing – masing individu mau peduli dengan lingkungan kita. Karena apa yang di permasalahkan negara saat ini adalah masalah kita juga. Maka dari itu kita harus menyelesaikan masalah tersebut daripada generasi selanjutnya yang menanggung resiko dari apa yang telah kita perbuat.

Daftar pustaka :

mengatasi masalah pemukiman kumuh

Mereka juga perlu Tempat Tinggal!!

          Apabila kita amati dengan seksama, kemiskinan yang terjadi di Indonesia saat ini sudah merupakan hal yang tidak asing lagi. Mengapa seperti itu? Walau pun pemerintah telah memberikan program yang baginya dapat membantu mensejahterakan rakyat miskin, tapi pada kenyataannya bantuan itu tidak membantu mereka sama sekali. Bahkan biasanya bantuan tersebut tidak sampai ke tangan yang membutuhkan. Akhirnya rakyat miskin ini memutar otaknya untuk mencari akal agar semua kebutuhannya dapat terpenuhi. Salah satunya, banyak masyarakat miskin ini merantau ke kota seperti Jakarta. Karena mereka berfikir bahwa dengan mereka bekerja di kota Jakarta minimal mereka bisa memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Tetapi apa kenyataannya? Mereka hanya membantu memadati kota Jakarta. Dan tidak banyak dari mereka itu hanya menjadi gelandangan saja. Akibatnya, mereka terlantar hidup di kota Jakarta. Karena faktor kemiskinan tersebut juga mereka tidak mampu untuk menyewa rumah yang layak. Jangankan rumah, untuk makan pun mereka masih sangat sulit. Akhirnya banyak di antara mereka yang tinggal di pemukiman kumuh karena harga yang masih murah. Maka dari itu saat ini banyak terdapat pemukiman kumuh di kota – kota besar.

Walaupun kerap kali pemukiman kumuh ini di gusur, tapi seminggu kemudian timbul lagi pemukiman kumuh ini. Hal ini mungkin di sebabkan karena para petugas itu tidak memberikan solusi terhadap orang – orang yang di gusur tersebut. Pada akhirnya orang – orang seperti ini menambah daftar masalah yang di hadapi oleh pemerintah.

Maka dari itu saya tertarik untuk mengeluarkan gagasan saya untuk membahas mengenai upaya mengatasi permasalahan pemukiman kumuh di kota Jakarta.

 

Upaya Mengatasi Pemukiman Kumuh

 

Menurut saya, pemukiman kumuh ini harus di berantas karena jika tidak seperti itu pemukiman ini dapat menimbulkan berbagai permasalahan. Walaupun kerap kali masalah pemukiman ini sering di bahas oleh pemerintahan namun sampai saat ini belum mendapatkan solusi yang tepat. Maka dari saya berusaha membantu untuk memecahkan maslah pemukiman ini.

Beberapa cara untuk mengatasi pemukiman kumuh ini :

  1. Dengan membangun rumah susun

Mungkin dengan adanya rumah susun, masyarakat yang  masih tinggal dipemukiman kumuh ini dapat tinggal di rumah susun ini. Walaupun biayanya tidak begitu murah tetapi fasilitas dan kelayakannya dapat di pertimbangkan. Apalagi dengan adanya rumah susun ini dapat menghemat lahan pemukiman. Selain itu apabila terjadi campur tangan pemerinah, mungkin saya rumah susun ini dapat menjadi lebih murah harga sewanya.

Selain itu menurut data yang saya dapatkan, pemerintah mencanangkan anggaran sebesar 220 miliar untuk menyelesaikan masalah pemukiman kumuh ini. Nah mungkin saja dari dana sebesar itu kita dapat membangun rumah susun yang layak bagi masyarat yang tinggal di pemukiman kumuh ini.

  1. Memberikan penyuluhan tentang dampak tinggal di pemukiman kumuh ini.

Tidak lepas dari dampak yang di timbulkan bagi masyarakat yang tinggal di pemukiman kumuh ini. Karena kondisi pemukiman yang jauh dari layak ini menyebabkan banyak masalah. Salah satunya adalah mewabahnya penyakit. Karena kebanyakkan pemukiman ini berada di pinggir rel kereta api atau di bawah kolong jembatan. Sehingga tidak terlepas tentang penyakit. Contonya saja penyakit kulit atau gangguan system pernapasan karena minimnya sanitasi lingkungan tersebut. Maka dari itu pemerintah harus dapat memberikan penyuluhkan tentang dampak yang di timbulkan dari pemukiman kumuh ini agar masyarakat bisa sadar dan peka bahayanya tinggal di pemukiman kumuh.

  1. Program perbaikan kampung

Apabila cara ke 1 dan ke 2 ini gagal. Maka pemerintah bisa memperbaiki struktur atau fasilitas di desa. Sehingga masyarakat ini dapat tertarik  untuk kembali ke kampong halamannya. Salah satu caranya bisa saja dengan memperbaikki fasilitas yang ada di desa seperti yang ada di kota. Atau dapat juga membangun lapangan kerja yang banyak di desa atau memberikan program – program bantuan untuk masyarakat desa seperti yang di rencanakan pemerintah pada program transmigrasi.

 Kesimpulan dan Saran

Menurut saya hanya segitu saja cara yang dapat di jalankan untuk mengatasi pemukiman kumuh yang berada di kota Jakarta ini. Apabila semua gagasan yang saya uraikan gagal semua mungkin hanya dapat satu cara yang ampuh, yaitu memberikan timpat tinggal mereka yang layak dan sebagai upah dari penggantian itu semua mereka dapat membantu pemerintah membuka industry rumah yang ramah lingkungan dan menegaskan mereka untuk mengikuti program KB agar generasi selanjutnya dapat lebih terkontrol oleh pemerintah

Walaupun masalah ini merupakan masalah yang sangat sulit di atasi tapi saya harap pemerintah dan masyarakat yang tinggal di pemukiman liar ini dapat sama –  sama mendukung segala kegiatan yang di rencanakan oleh pemerintahan.

 

referensi :

http://www.mediaindonesia.com/foto/15264/Mengatasi-Masalah-Permukiman-Kumuh-di-Jakarta